Senin, 04 Mei 2009

liriks lagu slank dance

Slank - Slank Dance

Jangan takut keluarlah
Hadapi dunia dengan menari
Jangan takut ayo keluar
Hadapi dunia dengan menari

Berhayalah seluas biru langit
Berpikirlah sedalam biru laut
Horizontal sama rata sama rasa

Jangan takut keluarlah
Hadapi dunia dengan menari
Jangan takut ayo keluar
Hadapi dunia dengan menari

Melihatlah seterang sinar sunset
Menataplah sebinar cahaya sunrise
Terang benderang 2x

Jangan takut keluarlah
Hadapi dunia dengan menari
Jangan takut ayo keluar
Hadapi dunia dengan menari

Buka jendalamu lalu pandanglah
Buka pintumu ayo keluarlah
Bebas lepas... lepaskan kebebasan

Jangan takut keluarlah
Hadapi dunia dengan menari
Jangan takut ayo keluar
Hadapi dunia dengan menari

Jangan takut keluarlah
Hadapi dunia dengan menari

Generasi Biru, Kado HUT ke-25 Slank

Kehadiran film dokumenter musikal yang diperankan para personel Slank, "Generasi Biru" bisa dibilang merupakan kado Indah di hari kelahiran kelompok musik legendaris pop-rock Indonesia. Tidak hanya itu, film garapan sutradara beken, Garin Nugroho, cukup mengobati rasa rindu para Slanker, termasuk yang tinggal di Luar Negeri. Pantau Indonesiantunes.com dari tiga bioskop yang memutar film tersebut, animo penonton cukup tinggi. Rata-rata yang menonton anak muda (SLTP, SLTA hingga Mahasiswa). Artinya, kehadiran film ini bisa dibilang menjadi barometer bagi para Slankers yang ternyata masih setia mengikuti perjalanan grup asal Jl Potlot Duren Tiga Jakarta ini.

Lalu apa yang menjadi kelebihan film ini? Sutradara Garin Nugroho sepertinya tidak mau melepaskan label Slank yang merakyat dan kritis dengan lirik lagunya. Tidak cukup itu, pilihan lagu dalam film ini juga terseleksi. Selain tembang cinta, sang sutradara juga memilih lagu yang membawa pesan moral, yang sudah menjadi misi slank sejak berdiri tahun 1983. Hadirnya film ini terasa lebih lengkap dengan diluncurkannya CD/Kaset album "Generasi Biru" yang dipaket dengan VCD beberapa klip lagu Slank, seperti 'Slank Dance" dan "Monogami" yang merupakan lagu baru dalam album ini.

Kehadian album ini bisa dibilang semakin memperkuat eksistensi Slank diblantika musik Indonesia yang sudah 25 tahun berkiprah. Selain itu, album ini juga bisa menjadi obat rindu para Slankers dengan lagu baru band ini, dan sekaligus membuktikan visi dan misi dari berdirinya Super Grup Legendaris ini yang kerap membawa pesan moral.

Misalkan dalam alunan lagu "Gosip Jalanan" diambil dari album PLUR (2004) dan sempat memanaskan kuping wakil rakyat (DPR). Kecaman anggota DPR tidak berarti menyurutkan langkah Slank mendukung ditangkapinya para koruptor. Slank malah meneriakkan lagu itu di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kuningan Jakarta. Coba simak saja liriknya: Mau tau gak mafia di senayan/kerjanya tukang buat peraturan/bikin UUD ujung2nya duit.

Dialbum ini ada dua lagu diantara hits lama tadi yang ditampilkan dalam versi live, yakni “Indonesiakan Una” (Alb PLUR), dan “Mars Slankers” (Alb Road to Peace) yang direkam langsung dari acara Slankers Day pada bulan Juli 2008 silam. Selain itu, ada pula lagu yang direkam ulang ditengah padatnya jadwal tur Slank di Indonesia dan Amerika Serikat pada Oktober sampai Desember 2008 lalu, berjudul "Cekal" yang diambil dari Alb Piss.

Tak kalah menariknya untuk disimak dalam album ini adalah tembang baru yang ringan karya Bimbim, "Slank Dance". Lagunya enak didengar, paduan musiknya simpel, yakni kombinasi cabikan gitar Ridho dikolaborasi dengan nada-nada nge-beat yang asik untuk joget (dance). Tidak hanya itu, lirik yang mudah diingat dan memberikan semangat; Jangan takut keluarlah/Hadapi dunia dengan menari... Berkhayallah seluas biru langit/berfikirlah sedalam biru laut/ Horisonal.. sama rata sama rasa.

Lagu "Monogami" yang bercerita tentang cinta dan kesetiaan juga bisa dibilang menjadi dinamisasi karir musik slank yang semakin "dewasa". Variasi nada-nada ringan dan slow dipadu dengan hentakan musik yang nge-rock, plus vokal kaka yang khas menjadikan kekuatan dalam lagu ini.

Diusianya yang seperempat abad, Slank telah membuktikan eksistensinya dalam dunia musik Indonesia dan dunia. Lewat slank, Indonesia bisa berkoar kepenjuru dunia lewat musik dan lirik. Ciri khas musiknya yang easy listening dan syairnya yang kritis, menjadikan Slank icon rock Indonesia.

"""ini salah satu penggemar slank"""
Slank adalah sebuah grup musik terkenal di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 karena bosan bermain musik menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untuk mencipta lagu sendiri.

Awal Karir

Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) bentukan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awal tahun 80-an. Band ini hanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.

Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya Denny dan Erwan membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean dengan personel tambahan Bongky (gitar) dan Kiki (gitar). Kediaman Bimbim di Jl. Potlot 14 jadi markas besar mereka.

Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank. Dengan perjuangan panjang terbentuklah formasi ke-13, Bimbim, Kaka, Bongky, Pay dan Indra, Slank baru solid.

Dengan formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard) mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.

Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit-Suit... He He He (Gadis Sexy). Album yang menampilkan hit Memang dan MaafkanBASF Award untuk kategori pendatang baru terbaik. Album kedua mereka, Kampungan pun meraih sukses yang sama. itu meledak dipasaran sehingga mereka pun diganjar

Pada saat menggarap album keenam (Lagi Sedih), Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra. Kaka dan Bimbim tetap menggarap album ke-6 dengan bantuan additional player.

Sebagai gantinya mereka merekrut Ivanka (Bass), Mohamad Ridho Hafiedz (Ridho) dan Abdee Negara (Abdee). Formasi ini bertahan hingga saat ini dan mereka terus melahirkan karya-karya yang menegaskan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia.

Narkoba

Terbujuk rayuan teman di Bali 14 tahun lalu, Bimbim—penabuh drum grup musik Slank—dan keponakannya, Kaka—vokalis Slank—pun mencecapi ”obat langit” yang membuat pemakainya melayang-layang dan ketagihan.

Waktu pertama kali mencoba (1994), mereka bilang badan jadi tidak enak. Muntah-muntah. Enek. Tapi kok besok paginya mencari lagi? Itulah putau, sekali pakai orang langsung ketagihan. Maka berlanjutlah ia memakai putau.

Semenjak memakai jenis narkoba ini, Bimbim yang biasanya pendiam, rapi, tak suka teriak-teriak, tiba-tiba berubah. Demikian juga Kaka.

Banyak pengalaman pahit, dari sejak mereka pakai (1994) sampai tahun 1999. Pengalaman di Lubuk Linggau (1998) juga tak terlupakan. Mereka ”kehabisan barang”, sakau. Tidak ada orang jual barang seperti itu di Lubuk Linggau. Bimbim sampai tidak bisa bangun, di kamar. Padahal mereka masih harus melayani wartawan, wawancara. Tinggal Kaka, yang badannya lebih kuat, melayani wartawan, meski dengan susah payah.

Slank membantah anggapan bahwa dengan mengkonsumsi Narkoba seorang seniman bisa lebih kreatif, justru sebaliknya, tanpa menggunakan barang haram tersebut mereka terbukti bisa menghasilkan karya-karya bagus.

"Saat membikin album pertama hingga ketiga, kami belum memakai Narkoba, tapi album itu terbukti paling bagus. Jadi, tanpa Narkoba kami bisa menghasilkan karya yang bagus. Setelah album ketiga, kami menjadi pengguna," ujar Kaka.

Diskografi

Album Studio

  1. 1990 - Suit-Suit....Hehehe (Gadis Sexy)
  2. 1991 - Kampungan
  3. 1993 - Piss
  4. 1995 - Generasi Biru
  5. 1996 - Minoritas
  6. 1996 - Lagi Sedih
  7. 1997 - Tujuh
  8. 1998 - Mata Hati Reformasi
  9. 1999 - 999+09
  10. 2001 - Virus
  11. 2003 - Satu Satu
  12. 2005 - PLUR
  13. 2006 - Slankissme
  14. 2007 - Slow But Sure
  15. 2008 - Slank - The Big Hip
  16. 2008 - Anthem For The Broken Hearted

Album Kompilasi

  1. 2003 - Bajakan!

Album Live

  1. 1998 - Konser Piss 30 Kota
  2. 2001 - Virus Roadshow
  3. 2004 - Road to Peace

Album Soundtrack

  1. 2007 - Original Soundtrack "Get Married"
  2. 2009 - Original Soundtrack Generasi Biru

Penggemar

Slank adalah grup cinta damai dan pada kenyataanya Slank tidak saja berhasil merebut hati penggemar, tapi Slank juga telah berhasil membangkitkan semangat dan solidaritas dari sebuah generasi untuk punya sikap. Dan Slank memiliki kelompok penggemar yang fanatik dan kreatif, yang dikenal sebagai Slankers[2].

Slank Fan Club

Slank Fan Club (SFC) adalah club resmi yang dibentuk oleh manajemen Slank untuk menampung para penggemar fanatik Slank.

Slankers Club yang merupakan wadah para Slankers terbentuk ketika Slank melakukan Konser Piss 30 kota pada tahun 1998. Bunda Iffet, sebagai manager Slank melihat komunitas Slankers yang sudah ada harus di berdayakan. Oleh sebab itu ketika Slank konser di Malang, sekumpulan Slankers itu di pangil oleh Bunda untuk di beri pengarahan. Tercetuslah ide Bunda untuk memberikan wadah untuk Slankers yang sekarang diberi nama Slank Fans Club.[5].

Buletin Slank

Untuk menyampaikan informasi kepada para Slanker, Slank dan manajemennya memutuskan untuk membuat sebuah newsletter yang kemudian disebut dengan nama Buletin Slank. Buletin ini berisi jadual, kisah-kisah pendek perjalanan tur panggung slank dan sebagainya. Nama buletin sendiri dipakai sebagai simbol agar para slanker melingkari (buletin) jadwal kegiatan slank di kalender kegiatan mereka masing-masing.

Buletin Slank inilah yang kemudian berkembang menjadi Koran Slank.

Koran Slank

Koran Slank diterbitkan pertama kali pada 10 Maret 2002.